Berharap Itu Sebagian Dari Iman

Thank You Allah

Thank You Allah (Photo credit: Wikipedia)

Tulisan ini masih bersumber dari buku “Percepatan Rezeki” Karya Mas Ippho Santosa. Tiada lain untuk berbagi dan memudahkan kawan-kawan yang tidak sempat membaca secara keseluruhan buku. Maka di sini, saya coba dikumpulkan menjadi beberapa tulisan. Semoga beberapa tulisan ini dapat mewakili dari keseluruhan buku aslinya.

Topik kita kali ini tentang sebuah pengharapan.

Pahamilah benar-benar bahwa takut kepada Allah adalah sebagian dari iman. Anda pasti sepakat, dan pernyataan tersebut mendapat nilai sepakat dari seluruh ulama di dunia.

  • Jika seseorang merasa takut kepada Allah SWT dan balasan Allah SWT mungkin mungkin itu berupa kesulitan di dunia maupun akhirat, maka ia akan beribadah. Tanpa takut, besar kemungkinan ia tidak akan melaksanakan amalan ibadah.
  • Jika seseorang merasa harap kepada Allah dan balasan Allah dipastikan berupa kemudahan di dunia maupun akhirat. Untuk hal tersebut, ia akan beribadah. Tanpa memiliki sebuah harapan, orang seperti ini tidak akan meningkatkan ibadahnya.
  • Jika seseorang merasa cinta kepada Allah SWT, maka ia akan melakukan ibadah yang terbaik. Tanpa cinta, ia tidak akan melaksanakan ibadah dengan baik.
  • Dengan kata lain, semakin besar harapan seseorang kepada Allah dan balasan Allah, maka akan semakin baik pula ibadahnya. Demikian pula sebaiknya.
  • Namun, masih juga ada yang meremehkan,”Ah, itu soal tahapan saja. Kalau pemula, memang mainnya di tahapan takut dan harap.” Maaf, kami terpaksa menggeleng-gelengkan kepala, karena Nabi Muhammad SAW-pun memiliki harap dan takut kepada Allah. Lha, mana mungkin Nabi Muhammad SAW itu seorang pemula.

Orang-orang yang kurang menaruh harap kepada Allah, akhirnya cenderung menaruh berharap lebih kepada selain Allah SWT. Diakui atau tidak kita banyak melakukan kesalahan dengan menaruh harapan kepada selain Allah.

Seperti yang dialami penulis,pada akhirnya ketika mengharap sesuatu kepada orang lain seperti kepada teman kita, bos kita, atau keluarga kita, pada akhirnya kita akan berlabuh di dermaga kekecewaan.

Berharaplah kepada Dzat Yang Maha Mampuh mewujudkan harapan kita. Berharaplah, seperti ditegaskan Allah SWT “Berharaplah kepada Kami, niscaya Kami memenuhi harapan kalian semua”.

Renungkanlah, barangkali selama ini jejak langkah kehidupan kita tidak seperti apa yang kita inginkan. Itu mungkin dikarenakan selama ini kita tidak pernah berharap sama sekali. Tanya diri kita! Sudah sampai dimana kita berharap kepada Allah SWT?

Mulai-lah berharap detik ini juga. Ungkapkan harapan anda, kepada Dzat yang Maha Tahu cara memenuhi harapan kita!

Semoga tulisan sederhana ini bisa membangkitkan semangat harapan yang ada dalam diri kita.

Petikan terakhir, diambil dari sebuah kitab kuning berjudul Ta’lim Muta’lim “Wara’su fi tahshilu kullu syaiin aljiddu walhimmah – pokok pokok dari hasilnya sesuatu adalah sungguh sungguh dan cita cita”.

Dipublikasi di Percepatan Rezeki, Tak Berkategori | Tag , , , , , , , , , | 1 Komentar

Delapan Teladan Kekayaan

 

emas, batangan, percepatan rezeki, suara pemuda muslim

Sulit dipungkiri dan diingkari, teladan itu dari A sampai Z adalah orang kaya. Ini adalah fakta sejarah.

  • Pernahkah Nabi Muhammad itu miskin? Pernah, tapi hanya sebentar. Sesungguhnya, ia lebih kaya daripada   miskin. Terbukti:
  1. Ia menjadi pedagang sejak usia dan menjadi pengusaha selama 25 tahun.
  2. Ia berdagang ke luar negeri setidaknya 18 kali. Menjangkau Yaman, Syiria, Busra,Iraq, Yordania, dan Bahrain.
  3. Ia menyerahkan puluhan unta mudauntuk mas kawin dan itu setara dengan ratusan juta rupiah.
  4. Ia memiliki banyak unta perah dan 20 untanya pernah dirampas oleh Uyainah bin Hisn.
  5. Ia memiliki unta pilihan (al-qashwa) dan keledai pilihan untuk memudahkan perjalanan dan perjuangannya.
  6. Hanya saja ia sederhana. Makanya ia memiliki makanan, pakaian, dan alas tidur yang alakadarnya.
  • Adakah sahabat nabi yang tidak kaya? Di antara empat sahabat terdekat nabi, ternyata hanya Ali bin Abu Thalib yang tidak kaya.
  1. Umar bin Khatab mewariskan 70.000 properti senilai triliunan rupiah. (Silahkan baca buku fiqih ekonomi Umar karya DR. Jaribah)
  2. Usman bin Affan mewariskan properti sepanjang wilayah Aris dan Khaibar senilai triliunan rupiah.
  • Bagaimana dengan sahabat yang lain? di antara sepuluh sahabat nabi yang dijamin masuk syurga, ternyata hampir semuanya orang kaya. Salah satunya, Abdurahman bin Auf. Meski seringbersedekah besar-besaran namun ia masih mewariskan harta senialai triliunan rupiah.
  • Bagaimana dengan istri kesayangan nabi, Siti Khadijah? Ternyata ia lebih kaya daripada Nabi.
  • Islam dibawa masuk ke Indonesia oleh para pedagang. Mereka adalah orang-orang kaya.
  • Pimpinan wali songo, Maulana Maghribi adalah orang kaya.
  • Pendiri NU dan Muhammadiyah adalah orang-orang kaya.
  • Begitupula Syarikat Dagang Islam yang turut memperjuangkan kemerdekaan negeri ini adalah sekumpulan orang kaya.

(Sumber BukuPercepatan Rezeki karangan Ippho Santosa)

 

Dipublikasi di Percepatan Rezeki | Tag , , , , , , , , , , , , , | 3 Komentar

Inilah, Dicky Chandra Angkat Bicara

Garut News, ( Kamis, 12/7 ).

Jika berita terkait Cewek “Puti Harissa Pratidhina, warga Jl.  Sukamulya Indah Rt. 05/04 Kelurahan Sukagalih Kecamatan Sukajadi Bandung” yang “mabuk lalu nabrak” dengan menggunakan Mobil Dinas Bupati Garut, yang adalah Milik Negara/Rakyat”.

Maka mari sama-sama kirim doa buat Bapak Bupati Garut agar segera menyadari kesalahannya.

Dan apabila berita ini Bisa Dibuktikan benar,  saya minta maaf kepada masyarakat Garut karena saya salah mengira, “Bupati akan berubah baik dan fokus membangun Garut” apabila tanpa saya.

Sebelumnya marak diberitakan;

Muhamad Ishaq, warga Jl. Infantri Blok C No 15/64 Kecamatan Ngamprah, Bandung Barat, mengeluhkan tak adanya perhatian dan niat baik Bupati Garut Aceng HM Fikri terkait kecelakaan tabrakan beruntun melibatkan tiga kendaraan roda empat.

Termasuk salah satunya diduga merupakan mobil dinas Bupati Garut, di tol Cipularang, 11 Juni 2011 lalu.

“Saya cukup lama menunggu tanggung jawab Bupati atas kerusakan mobil saya. Tapi sampai sekarang tak ada tanda-tandanya,” ujar Ishaq.

Dia pun memerlihatkan bukti foto dan surat keterangan dari Korps Lalu Lintas Polri Denwal Patroli Jalan Raya Induk Cipularang Korps, berkaitan kecelakaan itu.

Surat bernomor Sket/01/IV/2012/induk cipularang dengan cap dan ditandatangani KA Induk PJR Cipularang Panit I AKP Dasril Chaniago SH itu, tertulis kecelakaan beruntun terjadi di Jalan Tol Cipularang KM 100.400 8,  Senin, 11 Juni 2012, sekitar pukul 15.00 WIB.

Disebutkan, ketika itu dirinya melaju di ruas tol Cipularang dari arah Bandung menuju Jakarta menggunakan mobil Microbus KIA Pregio Silver Metalik bernopol D 7875 AI.

Dari arah depan terlihat mobil Toyota Corolla abu-abu metalik bernopol B 2254 KQ dikemudikan Sumardi, warga Panorama Indah Blok A 5/22 RT 12/13 Ciseureruh Purwakarta.

Mobil tersebut sama melaju ke arah Jakarta.

Ketika melintas di KM 100.400. 8, terlihat pekerjaan jalan di lajur satu.

Ishaq dan Sumardi pun mengurangi kecepatan kendaraannya.

Tiba-tiba dari arah belakang, melesat Toyota Fortuner/Silver abu-abu metalik bernopol Z 1205 PN dikemudikan perempuan, Puti Harissa Pratidhina, warga Jl. Sukamulya Indah RT 05/04 Kelurahan Sukagalih Kecamatan Sukajadi Bandung.

Diduga pengemudi mobil ini, kurang bisa mengantisipasi jaga jarak sehingga langsung menabrak mobil Microbus KIA Pregio dikemudikan Ishaq.

Akibatnya, terdorong dan menabrak mobil Toyota Corolla dikemudikan Sumardi.

Ketiga mobil terlibat tabrakan beruntun pun terbanting dan berakhir dalam posisi menghadap utara di lajur dua.

Tak ada korban luka maupun jiwa kejadian itu. Namun kerusakan kendaraan tak terhindari.

Mobil dikemudikan Sumardi mengalami kerusakan berat pada bagian belakang, mobil dikemudikan Ishaq rusak pada bagian depan dan rusak berat pada bagian belakang.

Serta mobil yang dikemudikan Puti rusak pada bagian kap mesin, mesin radiator, bemper, dan lampu depan.

Menurut Ishaq, atasannya, Rivo berupaya mencari tahu siapa bertanggung jawab atas kejadian ini.

Belakangan, diketahui Puti tak memiliki SIM dan dalam keadaan mabuk ketika kecelakaan terjadi.

Mobil yang dipakainya pun disinyalir mobil dinas Bupati Garut Aceng HM Fikri, sebelumnya biasa digunakan Wabup Garut Dicky Chandra sebelum mengundurkan diri dari jabatannya.

“Selain tak ada tanggung jawab, mengapa mobil dinas ini bisa dipakai orang lain ? Perempuan tak ada hubungan keluarga dengan Bupati.

Apalagi tak memiliki SIM, bahkan dibawa keluar kota, sesal Ishaq.

*****(sumber: Garut News).

Dipublikasi di Tak Berkategori | Meninggalkan komentar

Halo dunia!

Welcome to WordPress.com! This is your very first post. Click the Edit link to modify or delete it, or start a new post. If you like, use this post to tell readers why you started this blog and what you plan to do with it.

Happy blogging!

Dipublikasi di Tak Berkategori | 1 Komentar